Penerapan Pendekatan Saintifik dan Normatif dalam Pembelajaran Aqidah Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah

  • Mundir Mundir Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Jember
Keywords: pendekatan saintifk dan normatif, pembelajaran aqidah akhlak

Abstract

Learning paradigm shift mandates the learning process that truly empower, explore the creativity of students during fun and innovative learning. 2013 Curriculum (K-13) recommending scientific approach as an approach in any learning is realized in the form of active learning, including Aqidah Akhlak learning. This study focus on how planning of scientific and normative approach in Aqidah Akhlak learning in elementary school, how to apply and how to evaluate learning? With a naturalistic approach and case study, the results showed the following results: 1) Planning of learning that are intra-curricular carried out in the form of lesson plan (RPP) K-13 version and school-based curriculum (KTSP) conditionally, while planning extra-curricular learning to do since the beginning of the first semester. 2) Practice learning to use a scientific approach, the normative approach, and the approach to practice. 3) Learning evaluation conducted on the readiness of students in the learning process, the learning process and learning outcomes, with authentic and holistic approach to assessmen.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arifuddin, A. (2008). Pendidikan aqidah melalui pendekatan sains (telaah materi buku mengenal allah lewat akal karya harun yahya). Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.
Assegaf, A. R. (2014). Integrasi sain-sosial dalam pembejaran pendidikan agama Islam. Artikel pada Seminar Nasional tanggal 15-16 Oktober 2014 oleh PPs UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prodi PI.
Azhar, M. (2009). Metode islamic studies: studi komparatif antara islamization of knowledge dan scientification of Islam. Artikel dalam Jurnal Mukaddimah, Vol. XV, No. 26 Januari – Juni. Yogyakarta: Kopertais Wilayah III.
Bogdan, R., & Biklen, S. K. (1992). Qualitataive research for education: an instroduction to theory and methods. Boston: Allyn and Bacon
Haryanto. (2003). Perencanaan pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Hidayat, M. (2014). Pendekatan integratif-interkonektif: tinjauan paradigmatik dan implementatif dalam pembelajaran pendidikan agama islam. Artikel dalam jurnal TA’DIB, Vol. XIX, No. 02, Edisi November 2014. Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.
Karwadi. (2008). Integrasi paradigma sains dan agama dalam pembelajaran aqidah (ketuhanan): telaah tcoritis dari perspektif kurikulum integratif. Artikel dalam Jurnal Penelitian Agama. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga VOL XVII, NO. 3 September-Desember 2008, hal 516-536.
Kemenag RI. (2014). Peraturan menteri agama no. 13 tahun 2014 tentang pendidikan keagamaan Islam. Jakarta: Kementerian Agama RI.
Kemenag RI. (2014). Silabus mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab kurikulum 2013 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kelas I dan IV. Jakarta: Direktorat Pendidikan Madrasah Dirjen Pendis Kementerian Agama RI.
Lincoln, Y. S. & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. (Beverly Hills, California: Sage.
Miles, M. B. dan Huberman, A. M. (1992). Analisis data kualitatif. Buku Edisi Terjemah Bahasa Indonesia oleh Tjetjep Rohendi Rohidi. Jakarta: UIP.
Muti’ah, S. (2013). Implementasi pendekatan moral reasoning (pertimbangan moral)dalam pembelajaran aqidah akhlak di SMPIT Al Mukminun Ngrambe Kabupaten Ngawi. Surakarta: Unmuh Surakarta.
Nauli, P., & Sinambela, J. M. (2013). kurikulum 2013 dan implementasinya dalam pembelajaran. Artikel dalam Majalah/Jurnal Generasi Kampus (Campus Generation). Volume 6, Nomor 2, September 2013 April. Medan: Universitas Negeri Medan, 2013.
Nawawi, M. Y. (2010). Hadits arba’in nawawiyah (Indonesia). Riyadh: Islam- house.com.
Permenag Republik Indonesia Nomor 912. (2013). Kurikulum madrasah 2013 mata pelajaran pendidikan agama islam dan Bahasa Arab. Jakarta: Kemenag RI.
Permendikbud Republik Indonesia Nomor 103. (2014). Pembelajaran pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Jakarata: Kemendikbud RI.
Permendikbud Republik Indonesia Nomor 81A. (2013). Implementasi kurikulum. Jakarta: Kemendikbud.
Permendikbud RI Nomor 160. (2014). Pemberlakuan kurikulum tahun 2006 dan kurikulum 2013. Jakarta: Kemendikbud RI.
Permendikbud RI Nomor 65. (2013). Standar proses pendidikan dasar dan menengah. Jakarta: Permendikbud.
Pujiani, T. (2014). Pendekatan saintifik dan penilaian otentik. Yogyakarta: Spirit for Education and Development
Rianto, M. (2006). Pendekatan, strategi, dan metode pembelajaran. bahan ajar diklat mata pelajaran PKn SMA jenjang dasar. Malang: Depdiknas Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pusat Pengembangan Penataran Guru IPS dan PMP.
Sagala, S. (2005). Konsep dan makna pembelajaran. Bandung: Alfabeta
Sanjaya, W. (2009). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana
Sylviyanah, S. (2012). Pembinaan akhlak mulia pada sekolah dasar (studi deskriptif pada Sekolah Dasar Islam Terpadu Nur Al-Rahman). Artikel dalam Jurnal Tarbawi. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia. Vol. 1 No. 3 September 2012
Umamit, S. (2009). Pembelajaran aqidah akhlak di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Yogyakarta II. Tesis. Yogyakarta: Program Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta.
Undang-Undang Republik Indonesia No 20. (2003). Sistem pendidikan nasional. Jakarta: Sekretaris Negara RI.
Published
2017-04-02
How to Cite
Mundir, M. (2017). Penerapan Pendekatan Saintifik dan Normatif dalam Pembelajaran Aqidah Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 1(2), 193-204. https://doi.org/10.35316/jpii.v1i2.49