Kreativitas Guru PAI Rahmantan Lil al-‘Alamin dalam Mengatasi Paham Radikal di SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT Jombang

  • Junaidi Junaidi Institut Agama Islam Ibrahimy Situbondo
  • Khoirul Anwar Institut Agama Islam Ibrahimy Situbondo
Keywords: kreativitas guru, rahmantan lil al-‘alamin, paham radikal

Abstract

Assessment and instructional are interrelated. Assessment’s role depends on instructional approach. An instruction putting students as subject of their own learning will posit assessment as basis for instructional improvement. Otherwise, assessment will be applied to judge student learning outcomes. The first assessment’s role will work if only teachers master the quality assessment and do it collaboratively. At school level, work procedures include data summarizing, problem solving, modelling and externalization. The use of assessment data is method for improving an instructinal system incrementally.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bloomberg, M. (1973). Creativity theory and research. New Haven: Conn College & University Press.
Boulden, G. P. (2006). Mengembangkan kreativitas anda, (Terjemahan Ferdinand Fuad), London: Penguin Company. (Buku asli diterbitkan tahun 2002).
Chaedar, A. (2003). Pokoknya kualitatif: dasar-dasar merancang dan melakukan penelitian kualitatif, Cet. II, Jakarta: Pustaka Jaya.
Csikszentmihalyi, M. (1996). The creative personality. Journal of Psychology of academic research library, 4, 36-40.
Depdikbud. (2001). Kamus besar bahasa indonesia, Edisi ketiga, Jakarta: Balai Pustaka.
Depdiknas (2005). Undang-undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
DePorter, B., & Hernacki, M. (2002). Quantum learning: membiasakan belajar nyaman dan menyenangkan, (Terjemahan Alwiyah Abdurrahman), New York: Dell Publishing. (Buku asli diterbitkan tahun 1992).
Dhofier, Z. (1994). Tradisi pesantren: Studi tentang pandangan hidup kiai. Jakarta: LP3ES
Dwiyogo, W. D. (2008). Pembelajaran visioner, Buku. Diambil tanggal 10 November 2008, dari http://pembelajaranvisioner.com/download
Fathurrohman, P., & Sutikno, M. S. (2007). Strategi belajar mengajar: melalui penanaman konsep umum dan konsep islami, Cet. II, Bandung: Refika Aditama.
Khaeruddin, dkk. (2007). Kurikulum tingkat satuan pendidikan; konsep dan implementasinya di madrasah, Jogjakarta: MDC Jateng dan Pilar Media.
Lakpesdam NU, Menuju pendidikan islam pluralis. Jurnal Tashwirul Afkar Edisi No. 11 tahun 2001.
Lefrancois, G. R. (2000). Psychology for teaching (10th ed.). United States of America: Wadsworth.
Morris, W. (2006). Creativity: its place in education, artikel, diakses tanggal 3 November 2008, dari www.Jpb.com
Mulyasa, E. (2008). Menjadi guru professional, menciptakan pembelajaran kreatif dan menyenangkan, Cet. VII, Bandung: Remaja Rosdakarya.
Munandar, S. C. U. (1999). Kreativitas dan keberbakatan: strategi mewujudkan potensi kreatif dan bakat, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Munandar, S. C. U. (1999). Kreativitas dan keberbakatan: strategi mewujudkan potensi kreatif dan bakat, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Munandar, S. C. U. (2004). Pengembangan kreativitas anak berbakat, Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Muzadi, A. H. (2006). Islam rahmatan al-‘alamin menuju keadilan dan perdamaian dunia. Naskah Pidato Pengukuhan Doktor Honoris Causa di Hadapan Rapat Terbuka Senat IAIN Sunan Ampel Surabaya pada tanggal 2 Desember 2006.
Nashir, M. R. (2005). Mencari tipologi format pendidikan ideal pondok pesantren di tengah arus perubahan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rahardjo, M. D. (Ed.). (1988). Pesantren dan pembaharuan. Jakarta: LP3ES.
Rose, C., & Nicholl, M. J. (2002). Accelerated learning for the 21st century, (Terjemahan Dedy Ahimsa), London: Judy Piatkus. (Buku asli diterbitkan tahun 1997).
Rowe, J. A. (2004). Creative intelligence: discovering the innovation potential in ourselves and others, United States of America: Prentice Hall.
Santrock, J. W. (2002). Life-span development (5th ed), (Terjemahan Ahmad Chusairi & Juda Damanik), University of Texas at Dallas: Brown Communication, Inc. (Buku asli diterbitkan tahun 1995).
Santrock, J. W. (2008). Educational psychology (3th ed), New York: McGraw Hill.
Shihab, M. Q. (2004). Wawasan al-Qur’an; Tafsir maudhu’i atas pelbagai persoalan umat. Jakarta: Mizan
Shihab, M. Q. 2005. Tafsir al-Mishbah. Vol. 8. Jakarta : Mizan
Sternberg, J. R. (1999). Handbook of creativity, United States of America: Cambridge University Press.
Sugiyono. (2007). Metode penelitian pendidikan: pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Supriadi, S. (1994). Kreativitas, kebudayaan dan perkembangan iptek. Bandung: Alfabeta.
Suwardi. (2007). Manajemen pembelajaran: menciptakan guru kreatif dan berkompetensi, Surabaya: PT. Temprina Media Grafika.
Tompkins, G. E., & Hoskinsson, K. (1995). Language arts: content and teaching strategies (3th ed.). New York: Merrill Prentice Hall.
Uno, H. B. (2008). Perencanaan pembelajaran. Cet. III, Jakarta: Bumi Aksara.
Usman, M. U. (2001). Menjadi guru profesional Cet. XIII. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Yusuf, C. F., & Arifin, S. (Eds.). (2007). Pendidikan pesantren dan potensi radikalisme.
Published
2016-10-02
How to Cite
Junaidi , J., & Anwar, K. (2016). Kreativitas Guru PAI Rahmantan Lil al-‘Alamin dalam Mengatasi Paham Radikal di SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT Jombang. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 1(1), 135-145. https://doi.org/10.35316/jpii.v1i1.44